From Klab Baca Qanita : On Call with Astrie Ivo

November 11, 2008 aidaulfa

Kamis kemarin seperti biasa di Klab Baca Qanita, selain bersama Mbak Tutuk, narasumber tetap kami, akan ada seorang narasumber lagi yang berganti setiap minggunya. Untuk minggu ini kami punya Astri Ivo di line telephone melakukan on-call-interview membahas bukunya yang berjudul Bukti Cintaku PadaMU yang menceritakan awal mula dirinya berjilbab.

Pada akhirnya sesi interview yang berlangsung dua cut tidak membicarakan soal isi buku pada khususnya, namun lebih kepada hal hal yang melatarbelakangi penulisan buku, yang mana akan juga kembali kepada alasan kenapa akhirnya Astri Ivo memutuskan buat berjilbab.

Yang menarik adalah bahwa ternyata tidak saya sangka sebelumnya ibu ini adalah sosok muslimah yang sangat pintar. Terdengar dari cara bicaranya dan penjelasan yang diberikannya. Menggunakan tutur bahasa yang mudah dimengerti namun dengan pesan yang berisi.

Menurut dia, yang pada akhirnya membuatnya memutuskan untuk berhijab adalah suatu pemahaman pribadi, dimana akhirnya dia sadar bahwa berjilbab itu adalah kewajiban. Kewajiban dan bukan pilihan. Pilihannya adalah apakah akhirnya akan melaksanakan kewajiban itu atau tidak. Seorang guru dimana ia menuntut ilmu agama mengatakan bahwa memakai jilbab itu tidak wajib. Namun dengan segenap keyakinan dan pemahaman yang akhirnya didapatkannya, dia tetap pada pilihannya untuk berjilbab.

Awalnya tidak mudah. Awalnya ingin mengenakan jilbab sejak usia 28. Namun sang suami yang waktu itu diberitahu niat baiknya malah melarang dan berkata “Buat apa sih pakai jilbab? Kamu kan sudah jadi orang baik, sudah rajin ibadah, sudah bisa baca Quran, sudah rajin puasa senin kamis. Masa masih mau pakai jilbab juga?” Dan setelah melewati diskusi, malah mengatakan “Ya sudah boleh. Tapi nanti kalau umur 40 saja” Lha kalau tidak sampai 40 tahun? “40 tahun? “Ya bukan rejeki kamu namanya” sambil tersenyum namun tetap teguh pendirian. Tapi Astri juga berpendapat bahwa sebagai istri yang baik, titah suami harus dikedepankan, maka ia menuruti sang suami.

Ijin memakai jilbab baru di acc pada saat usianya 35 tahun sepulang dari menunaikan ibadah haji dan masih mengenakan busana muslim hingga 3 minggu setelahnya, hingga akhirnya sang suami mengijinkan buat tetap mengenakan untuk sehari harinya. Alhamdulillah, ujarnya saat itu.

Menurut Astri, ya memang hidayah yang akan membuat seseorang menunaikan kewajibannya sebagai hamba Allah. Namun yang namanya hidayah itu, ada yang menerimanya, ada yang bahkan menolaknya, dan sebetulnya kebanyakan seharusnya menjemputnya. Dan itulah yang ia rasa dia coba lakukan. Menjemput sang hidayah.

Dalam bukunya ia menuliskan,mengenali agama tidak cukup hanya memahami, tetapi juga harus diselami untuk mengetahui sampai sedalam dalamnya. Dan baginya tidak heran banyak yang tidak mengerti betapa besar cinta kasih Allah pada manusia karena mereka tidak mencoba buat mengerti. Analoginya sederhana. Dulu sang suami yang terlebih dulu kuliah di Jerman (pada akhirnya Astri juga menempuh S2nya di Berlin bersama sang kekasih) sering mengirim SMS romantis dalam bahasa Jerman. Saat itu Astri tidak mengerti apa maksudnya sekalipun telah mengerti artinya. Namun ternyata begitu dia sekolah di Jerman dan bergaul dengan orang Jerman, baru dimengerti bahwa arti kata kata yang dikirimkan sang kekasih sangatlah dalam dan menyiratkan suatu perasaan yang kuat. Demikian juga dengan isi dari Al-Quran. Orang tidak akan pernah bisa mengerti apa yang dimaksudkan di dalamnya kalau memang belum mau paham sang bahasa dan penafsiran dibaliknya. Satu lagi yang sudah sering didengar namun sore kemarin diingatkan kembali oleh ibu Astri ini adalah Karena setiap perintah dan larangan yang diberikan Allah pada manusia tidak bermanfaat sedikitpun untuk Allah, tapi semuanya buat manusia.

Sesi perbincangan pun selesai sudah karena jamnya habis begitu saja dan Astri Ivo titip pesan supaya menonton serial Hamba Hamba Allah (ini juga kalau saya tidak salah ingat judulnya) yang mana sore itupun dia sedang berada di lokasi syutingnya.

Di bukunya sendiri Astri tidak hanya bicara mengenai bagaimana kisahnya dalam memakai jilbab, tapi juga memberikan bonus teknik perawatan diri dan kecantikan terutama buat perempuan yang berjilbab supaya tetap tampil cantik dan menarik. Silakan dibeli dan dibaca sendiri bukunya. Insya Allah ada manfaatnya.

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

  • November 2008
    S S R K J S M
    « Okt   Feb »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
  • Komentar Terbaru

    thego3h di cwk alimleo
    Mr WordPress di cwk alimleo
  • Arsip

  • Meta

  • Laman

  •  
    %d blogger menyukai ini: